Anak perempuan pertama yang diharapkan mempunyai perasaan/hati yang berkilau seperti permata
kenaikan dan liburan sekolah sebentar lagi

Senin, 15 Desember 2008

Pohon Ara

Di pekarangan rumahku yg kecil, ada bermacam2 pohon, mulai dari tanaman hias juga phon buah. Selain buah belimbing yang enggak pernah berhenti berbuah, ada satu pohon yang konon katanya pohon ara. Entah benar atau tidak aku juga tidak tahu. Kalo penasaran coba lihat disini : http://budiboga.blogspot.com/2006/05/buah-tin-atau-fig-buah-dari-surga.html
Yang pasti "pohon ara" ini didapat Bapakku dari pemberian tetangga, tinggi sekitar 40-50 cm-lah, waktu diberi saat itu sudah ada buahnya 2, tapi setelah buah masak dan dipetik, entah kenapa daun yang jumlah sekitar 4 helai mulai mulai rontok hingga menyisakan hanya satu lembar dan mulai menguning tanda-tanda mulai rontok juga.
Tapi sungguh suatu yang tak disangka, ternyata meski udah kuning dan udah kering sebagian, daun itu tidak juga rontok-rontok, bahkan bertahan hingga memunculkan tunas-tunas daun baru dan saat ini sudah menjelma jadi daun beneran yang lebar dan sekarang daun yang kuningterakhir tersebut sudah benar-benar rontok. Hmmm ...sebuah pertahanan semangat yang patut ditiru, berjuang sampai titik penghabisan. Salut.
Dan yang lebih ajaib lagi,...sekarang malah sudah mulai keluar buahnya yang kedua kalinya.
Saat ini baru satu buah dan setelah diamati ternyata bakal ada buah lagi yang akan muncul, juga semakin banyak tunas-tunas daun dan ranting baru. Thanks God.


Aku jadi ingat cerita lagu "jadul" sekolah minggu jaman Bapakku tentang pohon ara, Yesus dan Zakeus seorang pemungut cukai yang dibenci masyarakat kala itu.
Gini liriknya :
Zakeus orang pendek
Kecil betul ia
Ia naik pohon ara

Hendak melihat Tuhan Yesus
Yesus berkata kepadanya :
"Hai !!! Zakeus turunlah, Aku hendak kerumahmu"


1 komentar:

  1. Bener..bener..jadi inget SM masa kecil..he..he..

    BalasHapus